Ketika suasana bekerja sebagai
Customer Service di Bank BRI saat itu udah berasa begitu-begitu aja, terus
berulang setiap hari. Ya, walau dengan nasabah yang berbeda-beda setiap
harinya., tapi kerjaaan sama aja. Karena kesibukan kerja akhrnya gue nggak pernah
yang namanya olah raga, pengen olah raga tapi selalu hanya wacana, realisasinya
nol besar.
Sampai suatu ketika, gue putuskan
untuk serius olahraga, tapi olah raga apa ya? Pikir gue, gue inget ketika suatu
hari gue jalan ke margo city gue dengar marketingnya teriak-teriak bilang, olah
raga di celebrity Fitness diskon sampai dengan 75 %. Wah, diskon apaan tuh
sampai 75% pikir gue lagi. Beberapa hari
berikutnya gue datang lagi ke tempat yang sama, saat itu gue udah bertekad
banget mau olah raga, padahal gue belum tau yang dimaksud diskon 75 % itu apa,
sampai-sampai gue pun sempetin beli sepatu dulu lalu datang ke Celebrity Fitness.
Disana gue dijelaskan soal biaya yang harus gue bayar selama gue menjadi
anggota disana. Sebenernya promo diskon 75 % itu entah dibagian mananya, gue ga
menemukan promo itu, tapi berhubung gue udah niat banget mau olah raga gue pun
jadi daftar menjadi anggota disana.
Gue nggak pernah yang namanya
oleh raga ke tempat Gym sebelumnya, jadi waktu pertama gue latian gue merasa aneh
sendiri, haha. Pakai kaos main dan celana training panjang, kalo ngebayangin
geli sendiri. Hahaha. (Ketawa lagi deh). Beberapa minggu latian gue Cuma
latihan treade mill dan beberapa alat pembentuk otot. Dari tempat latihan alat,
gue lihat ke pojok ruangan ada ruangan yang dikelilingi kaca dengan sebuah panggung
dengan ukuran sekitar 2x3 meter, didalamnya ada orang-orang yang sepertinya
sedang menunggu sesuatu. Sampai perhatian gue buyar saat marketing yang
menangani pendaftaran gue datang menyapa,
“Ikut
aja kelas itu mas.” Mungkin dia sudah memperhatikan gerak-gerik gue sebelumnya,
karena gue memandang ruangan itu penuh tanda Tanya.
“itu
latihan apa mas?” Tanya gue polos. Marketing itu pun melihat kertas diatas
papan jalan yang ia bawa.
“Sebentar
lagi jadwal Body Combat mas.”
“Apa
itu body combat?” gue makin terlihat bodoh.
“Emh?”
marketing itu perpikir sejenak. “ Body combat itu latihan gerakan bela diri
mas,”
“Nanti
berantem beneran?” adeuh, gue yakin gue makin terlihat bodoh.
“Nggak
lah” marketing itu pun tertawa geli. “Cuma gerakannya aja bela diri, ikut aja
deh, seru kok.”
“Oke
deh mas, nanti saya coba.” Gue yang ragu-ragu pun akhirnya masuk ke dalam
ruangan dan menunggu di barisan paling belakang sebelah kiri.
Begitu latihan pertama gue
langsung tertarik sama bidang olah raga ini, bahkan sangat tertarik. Memang
gerakan gue buruk banget, berantakan. Haha tapi mungkin karena baru pertama
kali. Gerakan beladiri dipadu dengan musik yang membangkitkan semangat.
Pokoknya seru deh.
Mulai hari itu gue rutin latihan
body combat, setiap minggu, bahkan setiap beberapa waktu dalam seminggu, dan
semakin lama gerakan gue pun semakin membaik. Sampai-sampai gue punya impian
baru, yaitu bisa menjadi instruktur body combat. Karena gue pengen bisa melatih
dan menyebarkan gaya hidup sehat ke orang lain. Ayolah jadi instruktur body
combat itu keren banget kali!
Pindah ke Botani Square.
Sekitar setahun lebih gue gym di
Celfit Margo City, alasan pekerjaan pindah ke Bogor yang bikin gue memutuskan
untuk pindah gym ke Celfit Botani Square. Di pikir-pikir udah lama juga ya di
Margo City. Tapi disini nggak terlalu banyak kenal orang sih, walaupun entah
kenapa awalnya udah betah aja males pindah-pindah.
Di Botani Square gue baru mulai
berkenalan sama member-member lain, bahkan kita sering jalan bareng dan
menghabiskan waktu bersama. Tapi bukan itu sih maksud tujuan gue kali ini,
mungkin akan gue bahas dilain kesempatan soal kebersamaan gue dengan
temen-temen member lainnya, kalau gue mau. Hehe
Disini gue makin fokus mendalami
body combat karena udah makin deket sama instruktur–instruktur, jadi nggak
canggung lagi kalau minta diperbaiki teknik-teknik gerakannya. Karena itu tekad
gue untuk menjadi Instruktur pun makin bulat. Sampai setengah tahun gue lalui
di Botani Square, suatu kejadian harus gue lalui, gue memilih resign dari pekerjaan gue saat itu,
parahnya tanpa memiliki pekerjaan yang baru sementara biaya member celfit harus
terus gue bayar. Saat itu gue yakin banget kalau bakal dapet pekerjaan yang
lebih baik segera. Beberapa bulan bertahan, akhirnya kondisi keuangan gue udah
nggak memungkinkan lagi, dengan amat sangat menyesal gue pun berhenti jadi
member. Rasanya berat banget, tapi apa mau dikata, nasib gue saat itu memang
belum baik.
Sekarang.
Udah sekitar satu tahun gue lewati
tanpa body combat di celfit, dan selama itu pula gue nggak pernah berhenti
berharap kalau gue bisa latihan lagi disana, bahkan impian gue untuk jadi
instruktur Body Combat pun nggak pernah luntur. Gue bertekad dalam hati kalau
gua harus jadi instruktur body combat, dan gue pasti bisa.

