Rabu, 15 Juni 2016

Dreams : Instruktur Body Combat


Ketika suasana bekerja sebagai Customer Service di Bank BRI saat itu udah berasa begitu-begitu aja, terus berulang setiap hari. Ya, walau dengan nasabah yang berbeda-beda setiap harinya., tapi kerjaaan sama aja. Karena kesibukan kerja akhrnya gue nggak pernah yang namanya olah raga, pengen olah raga tapi selalu hanya wacana, realisasinya nol besar.

Sampai suatu ketika, gue putuskan untuk serius olahraga, tapi olah raga apa ya? Pikir gue, gue inget ketika suatu hari gue jalan ke margo city gue dengar marketingnya teriak-teriak bilang, olah raga di celebrity Fitness diskon sampai dengan 75 %. Wah, diskon apaan tuh sampai 75% pikir gue lagi.  Beberapa hari berikutnya gue datang lagi ke tempat yang sama, saat itu gue udah bertekad banget mau olah raga, padahal gue belum tau yang dimaksud diskon 75 % itu apa, sampai-sampai gue pun sempetin beli sepatu dulu lalu datang ke Celebrity Fitness. Disana gue dijelaskan soal biaya yang harus gue bayar selama gue menjadi anggota disana. Sebenernya promo diskon 75 % itu entah dibagian mananya, gue ga menemukan promo itu, tapi berhubung gue udah niat banget mau olah raga gue pun jadi daftar menjadi anggota disana.

Gue nggak pernah yang namanya oleh raga ke tempat Gym sebelumnya, jadi waktu pertama gue latian gue merasa aneh sendiri, haha. Pakai kaos main dan celana training panjang, kalo ngebayangin geli sendiri. Hahaha. (Ketawa lagi deh). Beberapa minggu latian gue Cuma latihan treade mill dan beberapa alat pembentuk otot. Dari tempat latihan alat, gue lihat ke pojok ruangan ada ruangan yang dikelilingi kaca dengan sebuah panggung dengan ukuran sekitar 2x3 meter, didalamnya ada orang-orang yang sepertinya sedang menunggu sesuatu. Sampai perhatian gue buyar saat marketing yang menangani pendaftaran gue datang menyapa,

                “Ikut aja kelas itu mas.” Mungkin dia sudah memperhatikan gerak-gerik gue sebelumnya, karena gue memandang ruangan itu penuh tanda Tanya.
                “itu latihan apa mas?” Tanya gue polos. Marketing itu pun melihat kertas diatas papan jalan yang ia bawa.
                “Sebentar lagi jadwal Body Combat mas.”
                “Apa itu body combat?” gue makin terlihat bodoh.
                “Emh?” marketing itu perpikir sejenak. “ Body combat itu latihan gerakan bela diri mas,”
                “Nanti berantem beneran?” adeuh, gue yakin gue makin terlihat bodoh.
                “Nggak lah” marketing itu pun tertawa geli. “Cuma gerakannya aja bela diri, ikut aja deh, seru kok.”
                “Oke deh mas, nanti saya coba.” Gue yang ragu-ragu pun akhirnya masuk ke dalam ruangan dan menunggu di barisan paling belakang sebelah kiri.

Begitu latihan pertama gue langsung tertarik sama bidang olah raga ini, bahkan sangat tertarik. Memang gerakan gue buruk banget, berantakan. Haha tapi mungkin karena baru pertama kali. Gerakan beladiri dipadu dengan musik yang membangkitkan semangat. Pokoknya seru deh.

Mulai hari itu gue rutin latihan body combat, setiap minggu, bahkan setiap beberapa waktu dalam seminggu, dan semakin lama gerakan gue pun semakin membaik. Sampai-sampai gue punya impian baru, yaitu bisa menjadi instruktur body combat. Karena gue pengen bisa melatih dan menyebarkan gaya hidup sehat ke orang lain. Ayolah jadi instruktur body combat itu keren banget kali!



Pindah ke Botani Square.

Sekitar setahun lebih gue gym di Celfit Margo City, alasan pekerjaan pindah ke Bogor yang bikin gue memutuskan untuk pindah gym ke Celfit Botani Square. Di pikir-pikir udah lama juga ya di Margo City. Tapi disini nggak terlalu banyak kenal orang sih, walaupun entah kenapa awalnya udah betah aja males pindah-pindah.
 
Di Botani Square gue baru mulai berkenalan sama member-member lain, bahkan kita sering jalan bareng dan menghabiskan waktu bersama. Tapi bukan itu sih maksud tujuan gue kali ini, mungkin akan gue bahas dilain kesempatan soal kebersamaan gue dengan temen-temen member lainnya, kalau gue mau. Hehe

Disini gue makin fokus mendalami body combat karena udah makin deket sama instruktur–instruktur, jadi nggak canggung lagi kalau minta diperbaiki teknik-teknik gerakannya. Karena itu tekad gue untuk menjadi Instruktur pun makin bulat. Sampai setengah tahun gue lalui di Botani Square, suatu kejadian harus gue lalui, gue memilih resign dari pekerjaan gue saat itu, parahnya tanpa memiliki pekerjaan yang baru sementara biaya member celfit harus terus gue bayar. Saat itu gue yakin banget kalau bakal dapet pekerjaan yang lebih baik segera. Beberapa bulan bertahan, akhirnya kondisi keuangan gue udah nggak memungkinkan lagi, dengan amat sangat menyesal gue pun berhenti jadi member. Rasanya berat banget, tapi apa mau dikata, nasib gue saat itu memang belum baik.





Sekarang.


Udah sekitar satu tahun gue lewati tanpa body combat di celfit, dan selama itu pula gue nggak pernah berhenti berharap kalau gue bisa latihan lagi disana, bahkan impian gue untuk jadi instruktur Body Combat pun nggak pernah luntur. Gue bertekad dalam hati kalau gua harus jadi instruktur body combat, dan gue pasti bisa.