Musik udah menjadi sebuah
fenomena yang melekat banget buat semua orang, karena jenis musiknya yang beragam, dari mulai genre musik yang
biasa kita dengar seperti pop, rock, jazz, dangdut, blues dll. sampai
musik-musik aliran alternative yang dibuat sedemikian rupa oleh tangan-tangan
berbakat untuk menciptakan karya yang bisa didengar dan dinikmati oleh orang
banyak.
Musik ya musik, saat kita
dengar kita bisa merasakan alunan nada yang masuk melalui telinga sampai
diserap oleh syaraf-syaraf dalam otak kita, dan akhirnya bikin kita menyukai
sebuah lagu. Lagu diciptakan bukan tanpa alasan, setiap pencipta lagu pasti
punya maksud tertentu dalam mencipta sebuah karyanya, kebanyakan musik tercipta
dari pengalaman yang pernah dialami oleh sang pencipta lagu, entah itu
pengalaman yang buruk atau bahagia.
Perkembangan musik saat ini
sangat pesat, didukung dengan teknologi yang semakin canggih sehingga
memudahkan musisi maupun penikmat musik untuk mendapatkan jenis musik yang
mereka inginkan, musik juga identik dengan acara-acara pergelaran seni,
sayangnya pergelaran seni yang ada saat ini, banyak didukung bahkan didanai
penuh oleh indutri rokok. Nggak mau munafik, pengisi acaranya memang
keren-keren, tapi gue kecewa kenapa seakan saat ini musik berkelas atau musik
yang bagus hanya bisa didapatkan melalui acara-acara yang disponsori industri
rokok. Miris banget sih melihatnya.
Seperti yang pernah ditemukan
oleh Komnas Perlindungan Anak Indonesia, dalam kurun waktu tiga bulan saja di tahun 2007, terdapat 1350 acara
(kebanyakan acara musik) yang disponsori industri rokok. Berikut Beberapa
contoh acara musik yang disponsori oleh rokok,
1. Java Jazz
Festival 2016
2. Soundrenalin
3. Urban GiGs Konser
Kahitna 2016
4. Gudang Garam
Inter Music Rockin Land, dan masih banyak lagi,
Apa sih sebenarnya tujuan
mereka? Apa tujuan mereka adalah untuk mengembangkan musik dalam negeri? Gue
rasa nggak akan semulia itu. Bukannya gue mau berbagi sentimen atau berburuk
sangka ya. Tapi semua kegiatan musik yang disponsori oleh rokok udah pasti
bertujuan untuk media promosi yang dampaknya akan luar biasa besar.
Rokok dan Anak Muda.
Jumlah anak muda di Indonesia
sangat banyak, terdiri dari berbagai kalangan maupun golongan yang hidup
bersamaan di masyarakat. Dalam hal ini musik adalah salah satu bentuk media
pendekatan yang sangat potensial, anak muda identik dengan kegemarannya akan
musik, dan anak muda adalah target yang sangat potensial untuk menjadi konsumen
rokok. Kini industri rokok sedang gencar-gencarnya mendukung acara musik karena
mereka melihat bahwa disitulah anak-anak muda akan berkumpul.
Tidak hanya sekedar mendanai,
industri rokok juga memberikan fasilitas-fasilitas yang diyakini akan semakin
menarik perhatian anak muda, seperti photo booth, kuis berhadiah, marchendise
rokok, wanita-wanita cantik sales
promotion girl (SPG) memberikan rokok secara gratis. Ya tuhan! Pokoknya
dalam acara itu rokok gampang banget deh buat kita dapatkan.
Hasilnya setelah acara
selesai, anak muda akan terpancing untuk menceritakan keseruan dalam acara dan
mengupload kegiatan mereka kedalam
akun media social yang akan dilihat oleh teman-teman lainnya. Jika anak muda
merasa puas dengan acara yang disuguhkan, mereka pasti akan datang lagi di lain
kesempatan dan target promo industri rokok pun tercapai. Bertambahlah jumlah
perokok pemula di Indonesia.
Donny Fattah, Bassis grup
Band God Bless mengalami penyumbatan pada pembuluh darah di jantungnya. “Rokok is bad very very bad, dari sisi kesehatan biaya kalau
sakit dan masa depan.” katanya. Sampai saat ini ia pun menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Musik berkualitas, apa harus sponsor Rokok?
Gue yakin jawabannya tidak!
Gue orang yang suka berorganisasi, menciptakan kegiatan-kegiatan yang sukses
bersama teman-teman adalah pencapaian paling berharga bagi gue. Sebuah kegiatan
memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara kita tidak ingin
mengecewakan orang-orang yang sudah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan
kita. Tapi sponsor rokok bukan lah satu-satunya jalan keluar yang paling baik
yang bisa kita dapatkan untuk meraih sebuah kesuksesan dalam acara, masih
banyak industri lain yang bisa diharapkan, asalkan kita mau sedikit lebih
berusaha. Bisa jadi dengan pengajuan proposal yang lebih menarik dan
disesuaikan dengan tema kegiatan yang kita ambil, dan memahami betul konsep
acara yang dibuat sehingga saat presentasi di depan calon sponsor kita bisa
menjelaskan dengan jelas dan terperinci. Industri makanan, perbankan, jasa
telekomunikasi adalah beberapa contoh industri potensial yang bisa mendanai
sebuah acara.
Untuk panitia kegiatan, gue
sangat bangga dan berterima kasih dengan hasil usaha kalian yang gue yakin sudah
sangat berat, karena membuat kegiatan yang besar dan megah itu bukan perkara
mudah. Tapi sponsor rokok bukanlah solusi terbaik yang bisa diambil untuk
mensukseskan acara kalian, terlebih dampak negatif bagi anak muda penerus
bangsa yang akan timbul setelah acara berlangsung.
Untuk sesama penikmat musik, karena
gue juga sangat suka musik seperti yang gue sampaikan diatas. Kalaupun memang
harus menonton acara musik yang di sponsori rokok, tetaplah menjaga diri agar
tidak tergiur untuk mencoba rokok, karena sekali mencoba benda itu, zat adiktif
yang terkandung dalam rokok akan mendorong kalian untuk mencoba rokok lagi di kemudian
hari.
Gue juga yakin hampir semua orang tahu bahwa
rokok itu berbahaya, untuk diri kita ataupun untuk orang lain disekitar kita.
Jadi melalui tulisan ini, gua juga mau mengajak kalian, terutama generasi muda,
untuk menjauhi yang namanya rokok, karena nggak akan ada manfaatnya sama
sekali. Jangan mau kita diperbudak oleh rokok, jangan mau lagi musik kita ditunggangi
oleh industri rokok, karena musik yang biasa kita nikmati tidak pantas
bersanding dengan rokok dan musik harus bebas dari asap rokok. Kalau dengan
tidak merokok aja kita bisa hidup, lalu kenapa kita memilih untuk merokok?