Kamis, 03 November 2016

Jakarta Marathon 2016

Just look down and keep running
Minggu, 23 Oktober 2016 menjadi salah satu hari yang dinanti bagi banyak orang terutama para pecinta lari di Indonesia. Hari ini adalah hari pelaksanaan Jakarta Marathon 2016 yang kegiatannya berada di daerah Monas (Monumen Nasional) Jakarta Pusat, event bergengsi yang rutin diadakan setiap tahunnya ini menyita banyak banget perhatian para pecinta lari atau yang biasa kita sebut dengan runners. Terlihat dari jumlah peserta marathon kali ini yang mencapai angka 16.000 pendaftar.
Pertama kalinya diajak sahabat untuk mengikuti

Detik-detik melewati garis finish.
kelas Half Marathon dengan jarak tempuh sejauh 21 kilo meter membuat gue pribadi merasa sangat antusias sekaligus nervous alias deg-degan abis. Kuat atau nggak ya??? Tahan atau nggak ya? Tapi gue memutuskan untuk tetap berlari dan berusaha yang terbaik untuk bisa sampai ke garis finish. So, gue nggak memasang target untuk lari kali ini karena sudah bisa finish dan dapat medali aja itu sudah pencapaian baru buat gue.

Sampai dilokasi acara, kami disambut dengan gagahnya tugu Monumen Nasional yang menjulang tinggi dengan cahaya lampu biru menyala. Ramalan cuaca kemarin menyatakan bahwa pagi ini sampai sore Jakarta akan diguyur hujan lebat diiringi oleh petir, semua pasti berharap ramalan cuaca itu salah, tapi melihat kondisi nya kini gue khawatir ramalan itu benar. Semalam hujan turun deras dan ketika gue dan sahabat gue berangkat pagi-pagi buta, cuaca masih sangat dingin dan hujan masih turun rintik-rintik.

Kategori terbagi menjadi 5 Kategori, Full Marathon dimulai pukul 05.00, Half Marathon dimulai pukul 05.10,  10k dimulai pukul 05.20, 5k dimulai pukul 05.30 dan kategori Maratoonz untuk anak-anak dimulai pukul 07.00. kurang lebih di Km 3 benar saja hujan turun deras yang seketika mengguyur para pelari. Banyak pelari berhamburan mencari tempat berteduh dan banyak yang lainnya tetap memilih untuk melanjutkan berlari walau hujan semakin deras. Sementara gue yang teringat handphone dan dompet yang berada didalam tas kecil yang gue bawa tidak terlindungi berusaha mencari plastik, sampai gue melihat plang tulisan tiiiiiiiittt (sensor) yang jelas salah satu mini market yang punya cabang dimana-mana. Baru kali ini gue mengikuti lomba lari dan menyempatkan diri ke mini market untuk membeli plastik.

Gue pun melewati garis finish setelah menempuh waktu 3 Jam 10 Menit. Wow bukan angka yang bagus sebenarnya tapi karena ini pertama kali gue berlari marathon sejauh ini, jadi gue nggak terlalu peduli.

Pelajaran yang bisa gue ambil setiap gue berlari adalah.
1. Jangan pernah datang terlambat
2. Jangan pernah berhenti berlari, tidak peduli betapa lelahnya kita
3. Jika terpikir rute masih sangat jauh dan setiap kita melihat kesekitar kamu merasa tidak kuat untuk lari lari sampai garis finish, tundukan saja pandangan kebawah dan tetap berlari sekuat kita bisa
4. Tidak usah peduli soal hadiah, medali atau apapun yang akan kita dapatkan setelah finish, yang terpenting adalah kita harus menyelesaikan apa yang kita mulai.


Sekian pengalaman gue saat mengikuti kegiatan Jakarta Marathon 2016 kali ini, gue belum akan berhenti berlari sekarang karena ini adalah hobi gue dan gue senang melakukannya.

Rabu, 15 Juni 2016

Dreams : Instruktur Body Combat


Ketika suasana bekerja sebagai Customer Service di Bank BRI saat itu udah berasa begitu-begitu aja, terus berulang setiap hari. Ya, walau dengan nasabah yang berbeda-beda setiap harinya., tapi kerjaaan sama aja. Karena kesibukan kerja akhrnya gue nggak pernah yang namanya olah raga, pengen olah raga tapi selalu hanya wacana, realisasinya nol besar.

Sampai suatu ketika, gue putuskan untuk serius olahraga, tapi olah raga apa ya? Pikir gue, gue inget ketika suatu hari gue jalan ke margo city gue dengar marketingnya teriak-teriak bilang, olah raga di celebrity Fitness diskon sampai dengan 75 %. Wah, diskon apaan tuh sampai 75% pikir gue lagi.  Beberapa hari berikutnya gue datang lagi ke tempat yang sama, saat itu gue udah bertekad banget mau olah raga, padahal gue belum tau yang dimaksud diskon 75 % itu apa, sampai-sampai gue pun sempetin beli sepatu dulu lalu datang ke Celebrity Fitness. Disana gue dijelaskan soal biaya yang harus gue bayar selama gue menjadi anggota disana. Sebenernya promo diskon 75 % itu entah dibagian mananya, gue ga menemukan promo itu, tapi berhubung gue udah niat banget mau olah raga gue pun jadi daftar menjadi anggota disana.

Gue nggak pernah yang namanya oleh raga ke tempat Gym sebelumnya, jadi waktu pertama gue latian gue merasa aneh sendiri, haha. Pakai kaos main dan celana training panjang, kalo ngebayangin geli sendiri. Hahaha. (Ketawa lagi deh). Beberapa minggu latian gue Cuma latihan treade mill dan beberapa alat pembentuk otot. Dari tempat latihan alat, gue lihat ke pojok ruangan ada ruangan yang dikelilingi kaca dengan sebuah panggung dengan ukuran sekitar 2x3 meter, didalamnya ada orang-orang yang sepertinya sedang menunggu sesuatu. Sampai perhatian gue buyar saat marketing yang menangani pendaftaran gue datang menyapa,

                “Ikut aja kelas itu mas.” Mungkin dia sudah memperhatikan gerak-gerik gue sebelumnya, karena gue memandang ruangan itu penuh tanda Tanya.
                “itu latihan apa mas?” Tanya gue polos. Marketing itu pun melihat kertas diatas papan jalan yang ia bawa.
                “Sebentar lagi jadwal Body Combat mas.”
                “Apa itu body combat?” gue makin terlihat bodoh.
                “Emh?” marketing itu perpikir sejenak. “ Body combat itu latihan gerakan bela diri mas,”
                “Nanti berantem beneran?” adeuh, gue yakin gue makin terlihat bodoh.
                “Nggak lah” marketing itu pun tertawa geli. “Cuma gerakannya aja bela diri, ikut aja deh, seru kok.”
                “Oke deh mas, nanti saya coba.” Gue yang ragu-ragu pun akhirnya masuk ke dalam ruangan dan menunggu di barisan paling belakang sebelah kiri.

Begitu latihan pertama gue langsung tertarik sama bidang olah raga ini, bahkan sangat tertarik. Memang gerakan gue buruk banget, berantakan. Haha tapi mungkin karena baru pertama kali. Gerakan beladiri dipadu dengan musik yang membangkitkan semangat. Pokoknya seru deh.

Mulai hari itu gue rutin latihan body combat, setiap minggu, bahkan setiap beberapa waktu dalam seminggu, dan semakin lama gerakan gue pun semakin membaik. Sampai-sampai gue punya impian baru, yaitu bisa menjadi instruktur body combat. Karena gue pengen bisa melatih dan menyebarkan gaya hidup sehat ke orang lain. Ayolah jadi instruktur body combat itu keren banget kali!



Pindah ke Botani Square.

Sekitar setahun lebih gue gym di Celfit Margo City, alasan pekerjaan pindah ke Bogor yang bikin gue memutuskan untuk pindah gym ke Celfit Botani Square. Di pikir-pikir udah lama juga ya di Margo City. Tapi disini nggak terlalu banyak kenal orang sih, walaupun entah kenapa awalnya udah betah aja males pindah-pindah.
 
Di Botani Square gue baru mulai berkenalan sama member-member lain, bahkan kita sering jalan bareng dan menghabiskan waktu bersama. Tapi bukan itu sih maksud tujuan gue kali ini, mungkin akan gue bahas dilain kesempatan soal kebersamaan gue dengan temen-temen member lainnya, kalau gue mau. Hehe

Disini gue makin fokus mendalami body combat karena udah makin deket sama instruktur–instruktur, jadi nggak canggung lagi kalau minta diperbaiki teknik-teknik gerakannya. Karena itu tekad gue untuk menjadi Instruktur pun makin bulat. Sampai setengah tahun gue lalui di Botani Square, suatu kejadian harus gue lalui, gue memilih resign dari pekerjaan gue saat itu, parahnya tanpa memiliki pekerjaan yang baru sementara biaya member celfit harus terus gue bayar. Saat itu gue yakin banget kalau bakal dapet pekerjaan yang lebih baik segera. Beberapa bulan bertahan, akhirnya kondisi keuangan gue udah nggak memungkinkan lagi, dengan amat sangat menyesal gue pun berhenti jadi member. Rasanya berat banget, tapi apa mau dikata, nasib gue saat itu memang belum baik.





Sekarang.


Udah sekitar satu tahun gue lewati tanpa body combat di celfit, dan selama itu pula gue nggak pernah berhenti berharap kalau gue bisa latihan lagi disana, bahkan impian gue untuk jadi instruktur Body Combat pun nggak pernah luntur. Gue bertekad dalam hati kalau gua harus jadi instruktur body combat, dan gue pasti bisa. 

Selasa, 24 Mei 2016

#CUKUP, Musikku Bebas Asap Rokok!




Musik udah menjadi sebuah fenomena yang melekat banget buat semua orang, karena jenis musiknya yang beragam, dari mulai genre musik yang biasa kita dengar seperti pop, rock, jazz, dangdut, blues dll. sampai musik-musik aliran alternative yang dibuat sedemikian rupa oleh tangan-tangan berbakat untuk menciptakan karya yang bisa didengar dan dinikmati oleh orang banyak.

Musik ya musik, saat kita dengar kita bisa merasakan alunan nada yang masuk melalui telinga sampai diserap oleh syaraf-syaraf dalam otak kita, dan akhirnya bikin kita menyukai sebuah lagu. Lagu diciptakan bukan tanpa alasan, setiap pencipta lagu pasti punya maksud tertentu dalam mencipta sebuah karyanya, kebanyakan musik tercipta dari pengalaman yang pernah dialami oleh sang pencipta lagu, entah itu pengalaman yang buruk atau bahagia.

Perkembangan musik saat ini sangat pesat, didukung dengan teknologi yang semakin canggih sehingga memudahkan musisi maupun penikmat musik untuk mendapatkan jenis musik yang mereka inginkan, musik juga identik dengan acara-acara pergelaran seni, sayangnya pergelaran seni yang ada saat ini, banyak didukung bahkan didanai penuh oleh indutri rokok. Nggak mau munafik, pengisi acaranya memang keren-keren, tapi gue kecewa kenapa seakan saat ini musik berkelas atau musik yang bagus hanya bisa didapatkan melalui acara-acara yang disponsori industri rokok. Miris banget sih melihatnya.

Seperti yang pernah ditemukan oleh Komnas Perlindungan Anak Indonesia, dalam kurun waktu tiga bulan  saja di tahun 2007, terdapat 1350 acara (kebanyakan acara musik) yang disponsori industri rokok. Berikut Beberapa contoh acara musik yang disponsori oleh rokok,

1. Java Jazz Festival 2016
2. Soundrenalin
3. Urban GiGs Konser Kahitna 2016
4. Gudang Garam Inter Music Rockin Land, dan masih banyak lagi,

Apa sih sebenarnya tujuan mereka? Apa tujuan mereka adalah untuk mengembangkan musik dalam negeri? Gue rasa nggak akan semulia itu. Bukannya gue mau berbagi sentimen atau berburuk sangka ya. Tapi semua kegiatan musik yang disponsori oleh rokok udah pasti bertujuan untuk media promosi yang dampaknya akan luar biasa besar.


  
Rokok dan Anak Muda.

Jumlah anak muda di Indonesia sangat banyak, terdiri dari berbagai kalangan maupun golongan yang hidup bersamaan di masyarakat. Dalam hal ini musik adalah salah satu bentuk media pendekatan yang sangat potensial, anak muda identik dengan kegemarannya akan musik, dan anak muda adalah target yang sangat potensial untuk menjadi konsumen rokok. Kini industri rokok sedang gencar-gencarnya mendukung acara musik karena mereka melihat bahwa disitulah anak-anak muda akan berkumpul.

Tidak hanya sekedar mendanai, industri rokok juga memberikan fasilitas-fasilitas yang diyakini akan semakin menarik perhatian anak muda, seperti photo booth, kuis berhadiah, marchendise rokok, wanita-wanita cantik sales promotion girl (SPG) memberikan rokok secara gratis. Ya tuhan! Pokoknya dalam acara itu rokok gampang banget deh buat kita dapatkan.

Hasilnya setelah acara selesai, anak muda akan terpancing untuk menceritakan keseruan dalam acara dan mengupload kegiatan mereka kedalam akun media social yang akan dilihat oleh teman-teman lainnya. Jika anak muda merasa puas dengan acara yang disuguhkan, mereka pasti akan datang lagi di lain kesempatan dan target promo industri rokok pun tercapai. Bertambahlah jumlah perokok pemula di Indonesia.
 

Donny Fattah, Bassis grup Band God Bless mengalami penyumbatan pada pembuluh darah di jantungnya. “Rokok is bad very very bad, dari sisi kesehatan biaya kalau sakit dan masa depan.” katanya. Sampai saat ini ia pun menjalani gaya hidup yang lebih sehat.


 Musik berkualitas, apa harus sponsor Rokok?

Gue yakin jawabannya tidak! Gue orang yang suka berorganisasi, menciptakan kegiatan-kegiatan yang sukses bersama teman-teman adalah pencapaian paling berharga bagi gue. Sebuah kegiatan memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara kita tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kita. Tapi sponsor rokok bukan lah satu-satunya jalan keluar yang paling baik yang bisa kita dapatkan untuk meraih sebuah kesuksesan dalam acara, masih banyak industri lain yang bisa diharapkan, asalkan kita mau sedikit lebih berusaha. Bisa jadi dengan pengajuan proposal yang lebih menarik dan disesuaikan dengan tema kegiatan yang kita ambil, dan memahami betul konsep acara yang dibuat sehingga saat presentasi di depan calon sponsor kita bisa menjelaskan dengan jelas dan terperinci. Industri makanan, perbankan, jasa telekomunikasi adalah beberapa contoh industri potensial yang bisa mendanai sebuah acara.

Untuk panitia kegiatan, gue sangat bangga dan berterima kasih dengan hasil usaha kalian yang gue yakin sudah sangat berat, karena membuat kegiatan yang besar dan megah itu bukan perkara mudah. Tapi sponsor rokok bukanlah solusi terbaik yang bisa diambil untuk mensukseskan acara kalian, terlebih dampak negatif bagi anak muda penerus bangsa yang akan timbul setelah acara berlangsung.

Untuk sesama penikmat musik, karena gue juga sangat suka musik seperti yang gue sampaikan diatas. Kalaupun memang harus menonton acara musik yang di sponsori rokok, tetaplah menjaga diri agar tidak tergiur untuk mencoba rokok, karena sekali mencoba benda itu, zat adiktif yang terkandung dalam rokok akan mendorong kalian untuk mencoba rokok lagi di kemudian hari.

Gue juga yakin hampir semua orang tahu bahwa rokok itu berbahaya, untuk diri kita ataupun untuk orang lain disekitar kita. Jadi melalui tulisan ini, gua juga mau mengajak kalian, terutama generasi muda, untuk menjauhi yang namanya rokok, karena nggak akan ada manfaatnya sama sekali. Jangan mau kita diperbudak oleh rokok, jangan mau lagi musik kita ditunggangi oleh industri rokok, karena musik yang biasa kita nikmati tidak pantas bersanding dengan rokok dan musik harus bebas dari asap rokok. Kalau dengan tidak merokok aja kita bisa hidup, lalu kenapa kita memilih untuk merokok?

Minggu, 08 Mei 2016

Keinginan

Pernahkah kita merasa, pada satu titik dimana lebih baik pikiran berhenti saja bekerja? Karena jika dengan berpikir seakan pikiran kita melayang jauh ke segala arah, tak tentu arah sampai pikiran-pikiran itu mencapai tujuan mereka yaitu sebuah keinginan.

Aku percaya keinginan tidak tercipta begitu saja, ada proses-proses yang harus dilalui. sekalinya tercipta keinginan bisa menjadi bola salju yang amat besar. Lalu bagaimana saat keinginan yang muncul lebih dari satu? Bagaimana jika mereka datang bersamaan dengan ukuran yang sama besar pula? Bahkan mereka saling beradu kekuatan agar bisa menjadi yang paling utama.

Sementara kondisi memaksa ku harus memilih, mana keinginan yang akan aku ciptakan terlebih dahulu. berkali-Kali ku paksa pikiranku untuk fokus pada satu keinginan, tapi ketika itu pula pikiran lain datang sama kuat dan sama beralasannya kenapa ia juga harus terpilih.

Lagi-Lagi aku perpikir, bisa saja semua keinginan ini tercipta secara bersamaan, lalu bak batu meteor yang datang, menyadarkanku, menunjukan bahwa ini memang sulit dan harus ada yang dikorbankan Sementara keinginan lain tercipta. kubur dalam-dalam atau bertahan sampai gilirannya tiba, entah kapan. 

22.37

Sabtu, 07 Mei 2016

Nyaman, Seperti Apa?

Ketika dua jiwa mengikat janji pada sebuah harapan di masa depan, janji untuk membina hari-hari bersama, hari-hari penuh suka cita, dan saling memberikan kenyamanan.
Pada dasarnya, hubungan yang baik akan terjalin dengan komunikasi yang baik, hubungan yang baik biasanya dibangun oleh rasa percaya dan keinginan untuk saling berbagi satu sama lain.
Tapi, bagaimana jika untuk menceritakan hal-hal kecil saja rasa enggan melanda? Yang terasa hanya ketidakpuasan yang didapat setelah bercerita. seakan lebih baik diam dan cukup hanya untuk dirasa seorang diri saja. Apakah hubungan baik bisa tercipta? Apakah ini cukup untuk meraih harapan bersama?

Kini ku tetap mencoba bertahan dan melanjutkan angan-angan mencapai harapan diatas sana, entah harus apa? Entah bagaimana? yang jelas ukiran langkah-langkah sudah dibuat dan target sudah ditentukan. hanya berharap Matahari dan Bulan tetap bersinar karena cahaya nya akan selalu menuntun jalan kita.
22.08

Minggu, 01 Mei 2016

Home Sweet Home

Rumah, dimana lagi tempat paling nyaman di dunia ini selain rumah kita sendiri.
Beberapa waktu lalu gue alhamdulillah ada sedikit Rezeki, rencana uang tersebut akan gue belikan TV LED mengingat tv dirumah yang udah sangat ga layak lah, sekalian juga niat mau bikin Ibu senang dan beliau bisa liat gambar aksi para penyanyi dangdut dan MC dangdut academy yang gue akui mereka memang kocak hahaa atau sinetron anak jalanan, sinetron turki maupun India dengan lebih jelas.
Kadang kalau kita punya rezeki, ada baiknya kita berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.
Contohnya: gue yang kurang beramal Soleh. Hehe

Ketika itu kaka gue ngabari lewat whatsapp bahwa lantai ruang tamu rumah retak, Dan kusen jendela depan udah keropos parah.
Emhh apalagi nih, pikir gue. Akhirnya maksain dengan uang seadanya renovasi rumah dengan seadanya.pula.
Alhamdulillah bisa berjalan lancar sampai terakhir grabak grubuk bareng Kaka dan Mama nge-Cat rumah. Pertama kalinya dalam hidup gue, hasilnya lumayan lah ga buruk-buruk amaat. Hahaaa
Ini rumah adalah peninggalan almarhum bapak gue. So, apapun alasannya rumah ini akan selalu gue rawat dan jaga dengan baik.
20.51

Tulisan Pertama, Lagi-Lagiii.

Hai gaes,

Ini blog gue yang kesekian kali gue buat, selalu ingin menulis dan menulis sebenernya. Seakan terlalu banyak memory dalam hidup ini yang amat sayang jika berlalu dan terlupa begitu saja.
Kendalanya adalah ga semudah itu untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran kita kedalam sebuah tulisan yang murni tanpa ada pengurangan atau penambahan jalan cerita. Dan juga waktu sih, pekerjaan harian rasanya menuntut kita untuk fokus hanya padanya. Padahal ada hal lain yang juga menarik, bahkan lebih menarik.
Semoga blog ini akan berbeda Dan bisa sesuai dengan harapan gue, yaitu bisa berbagi cerita, pengalaman dan saling menginspirasi.
23.56